Hot pot kambing adalah hidangan musim dingin Beijing, sama sekali berbeda dari hot pot Sichuan. Kuahnya bening dan tidak pedas, hanya berisi irisan jahe, daun bawang, dan kurma merah. Tujuannya menjaga rasa asli daging kambing.
Panci tembaga menghantarkan panas cepat dan menjaga suhu stabil, memungkinkan pencelupan sangat singkat. Daging kambing harus diiris 1 mm, ditata berlapis di piring; cukup berubah warna berarti sudah matang.
Bahan untuk 4 porsi
- 600 g daging kambing iris tipis (atau sapi bila tidak ada)
- 2 liter air, 5 iris jahe, 3 batang daun bawang, 5 kurma merah
- Sayur: sawi putih, kangkung, jamur enoki
- Saus: wijen sangrai, tauco, kecap, minyak wijen, bawang putih cincang, ketumbar
Cara membuat
- Didihkan air dengan jahe, daun bawang, dan kurma merah hingga mendidih pelan.
- Campur saus: 2 sdm tauco, 1 sdm wijen sangrai, 1 sdm minyak wijen, bawang putih dan ketumbar cincang.
- Celup daging satu per satu selama 3–5 detik, angkat begitu warna berubah.
- Setelah daging habis, masukkan sayur dan jamur, nikmati kuah yang sudah gurih.
Kenapa tidak boleh terlalu lama
Daging kambing iris tipis sangat cepat matang. Lebih dari 10 detik membuatnya alot dan kehilangan rasa manis. Karena itu panci harus selalu mendidih kuat sepanjang makan.
Pertanyaan umum
Tanpa panci tembaga?
Panci stainless atau panci listrik juga bisa. Tembaga hanya menjaga panas lebih stabil, tidak memengaruhi rasa.
Saus wajib pakai wijen sangrai?
Ya, wijen sangrai adalah jiwa saus hot pot kambing Beijing, memberi aroma gurih yang menyeimbangkan lemak daging.